"Bekal di Tangan, Harapan di Hati: Cerita dari Lembah Kenotan - SMAN 1 Adonara Tengah"
Di kaki lembah gunung seburi ,Pulau Adonara Flores Timur, saat mentari baru menyapa atap-atap seng yang berkilau, SMAN 1 Adonara Tengah memulai hari-hari barunya. Sekolah ini, seperti perahu yang menambatkan sauhnya di pelabuhan waktu, kini sedang berlayar dengan arah baru menuju samudra perubahan bernama Full Day School. Ketika embun pagi masih menempel di dedaunan dan aroma Kopi Lite belum sepenuhnya tersapu angin, halaman SMAN 1 Adonara Tengah mulai ramai oleh langkah kaki para siswa. Suasana itu tidak seperti biasanya. Sejak awal tahun pelajaran 2025/2026, ada kebiasaan baru yang terlihat mencolok: setiap siswa membawa bekal makanan sebuah pertanda bahwa hari mereka akan lebih panjang dari sebelumnya.
Tepat pada awal tahun pelajaran 2025/2026, ketika angin Juli mulai berembus lembut dari arah selatan, sebuah keputusan besar diambil. Di bawah komando kepala sekolah baru, Bapak Yosep Tua, S.Pd., sekolah ini resmi menerapkan sistem lima hari sekolah. "Kita ingin menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tapi juga tangguh dalam karakter. Full Day School bukan soal duduk lebih lama di kelas, tapi tentang memberi ruang bagi anak-anak kita bertumbuh lebih utuh," ungkap Bapak Yosep, dengan mata yang memancarkan keyakinan seperti pelita di malam kelam.
Dan benar saja, perubahan itu terasa bukan hanya di jadwal pelajaran, tapi juga dalam ritme hidup seluruh warga sekolah. Di setiap pagi, terlihat siswa-siswa berjalan beriringan dengan tas di punggung dan bekal di tangan. Bekal yang dibawa bukan sekadar makanan, tapi seakan jadi simbol kebersamaan dan kesiapan menyongsong hari yang panjang.
Di ruang guru, suasana pun berbeda. Para guru, meski lelah, terlihat lebih dekat satu sama lain. Ada canda, ada diskusi, ada pelukan solidaritas antar-rekan sejawat yang kini berbagi waktu lebih lama di sekolah. Ibu Theresia Perada Sina , guru PPKn, menyampaikan kesannya:"Awalnya kami ragu. Tapi sekarang, kami merasa seperti keluarga yang benar-benar hidup bersama. Siswa pun lebih terbuka, lebih aktif, dan punya waktu untuk pengembangan diri yang sebelumnya sulit dilakukan."
Guru-guru pun tak kalah merasakan dampaknya. Mereka kini memiliki waktu lebih panjang bersama siswa. Tak hanya di ruang kelas, tapi juga dalam interaksi sosial sehari-hari. Ibu Alfreda Nogo Igo, S.Pd , guru Bahasa Inggris, mengatakan bahwa hubungan guru dan siswa menjadi lebih dekat. “Kami lebih mengenal karakter siswa. Yang biasanya pendiam di kelas, ternyata aktif saat ikut kegiatan sore. Ada ruang untuk mereka menunjukkan potensi di luar pelajaran,” ucap Ibu Alve yang lagi makan bersama anak walinya di kelas XII F5
Di sela waktu istirahat, siswa berkumpul di bawah pohon jambu,pohon kersen dan bahkan semua setia menunggu di halaman sekolah. Jarum Jam tegak lurus 12.00 pertanda Doa Anjelus bagi umat kristiani dan sholat bagi umat muslim. Pukul 12.30 waktu makan siang tanda lonceng dibunyikan oleh piket, antara guru dan peserta didik ada yang membuka kotak makan berisi nasi dan lauk sederhana, ada yang berbagi gorengan, bahkan ada yang saling mencicipi masakan dari rumah teman. Momen ini seperti "pesta kecil di tengah hari panjang", di mana tawa dan cerita menjadi bumbu pelengkap.
Maria Afrian Ina Keneka, siswi kelas XI F3, mewakili suara teman-temannya pun menuturkan demikian: "Dulu jam 1 siang kita sudah pulang, sekarang sampai jam 15.45sore, yah kurang lebih jam 4 . Tapi justru di sini kami merasa lebih dekat satu sama lain. Kami belajar, bermain, makan bersama. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi rumah kedua kami."
Dan begitulah, di SMAN 1 Adonara Tengah, hari-hari kini tidak lagi seperti dulu. Full Day School bukan hanya perubahan waktu, tapi juga transformasi cara berpikir dan merasakan. Seperti ladang yang disiram lebih lama, tunas-tunas muda di sekolah ini sedang tumbuh dengan akar yang lebih kuat—berbekal semangat, disiplin, dan harapan.
"Kami percaya, bekal terbaik untuk masa depan bukan hanya pengetahuan, tapi pengalaman belajar yang bermakna," tutup Bapak Yosep dengan senyum tenang yang menandakan perjalanan baru ini akan terus berlanjut. (TAB)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kunjungan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV ke SMA Negeri 1 Adonara Tengah
SMA Negeri 1 Adonara Tengah mendapat kehormatan atas kunjungan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Kabupaten Lembata, Flores Timur, dan Sikka yakni Bapak Rofinus Laga Lamaw
Rapat PGRI Cabang Adonara Tengah Digelar di SMA Negeri 1 Adonara Tengah
Adonara Tengah – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Adonara Tengah menggelar rapat koordinasi yang bertempat di SMA Negeri 1 Adonara Tengah, pada Senin, 26 Januari
Temu Pisah Guru dan Tukar Kado Warnai Perayaan Natal dan Tahun Baru di SMA Negeri 1 Adonara Tengah
Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, keluarga besar SMA Negeri 1 Adonara Tengah menggelar kegiatan temu pisah guru yang dirangkaikan dengan tukar kado dalam rangka merayaka
SMA Negeri 1 Adonara Tengah Berikan Beasiswa kepada Peserta Didik Berprestasi Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026
SMA Negeri 1 Adonara Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan prestasi akademik peserta didik melalui pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi pada semest
Peserta Didik SMA Negeri 1 Adonara Tengah Raih Juara 1, 2, dan 3 Lomba Pidato Bahasa Inggris Peringatan Hari Guru 2025
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMA Negeri 1 Adonara Tengah. Dalam perlombaan pidato Bahasa Inggris yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Gur
Semua Guru Tampilkan Tarian Dolo-Dolo Khas Flores Timur Usai Upacara Peringatan Hari Guru 2025
Setelah pelaksanaan upacara peringatan Hari Guru Tahun 2025, seluruh guru yang hadir menampilkan tarian Dolo-Dolo, tarian tradisional khas Flores Timur, sebagai bentuk ungkapan sukaci
Guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah Ikuti Upacara Hari Guru PGRI Kecamatan Adonara Tengah di SDK Lite
Guru-guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah mengikuti Upacara Peringatan Hari Guru yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Adonara Tengah pada 25 Novemb
Guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah Meriahkan Karnaval Hari Guru PGRI Kecamatan Adonara Tengah
Guru-guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah turut memeriahkan kegiatan Karnaval Hari Guru yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Adonara Tengah pada 24
Guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah Hadiri Konfercab PGRI Kecamatan Adonara Tengah di SDI Kenotan
Para guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Adonara Tengah yang diseleng
Harmoni Di Dusun Tada, Pulau Adonara: Cermin Toleransi Yang Menyejukkan
OLEH : HANNA ASLAMIA SISWI KELAS X1 -F1 PROGRAM MIA SMAN 1 ADONARA TENGAH Di pelosok negeri, tersembunyi sebuah dusun kecil bernama Tada. Kampung ini berada di sebuah lembah
